Jumat, 08 Oktober 2010

Sabtu, 02 Oktober 2010

GUNUNG BERAPI


A.  Letusan Gunungapi
Berdasarkan cirri-ciri letusan gunungapi di dunia para ahli membagi letusan gunungapi tersebut ke dalam 5 tipe:
1.      Tipe Islandia (Islandic Type), mempunyai cirri erupi sangat lemah, magma sangat cair yang mengalir ke permukaan bumi melalui satu saluran, kemudian menyebar di permukaan bumi membentuk lapisan-lapisan lava. Erupsi biasanya berlangsung berbulan-bulan dan pada erupsi berikutnya salurang seringkali bergeser tempat. Contoh: di daerah laki, Islandia Selatan.
 
gambar 1.4 tipe-tipe gunung

2.      Tipe Hawaii (Hawaiian Type),
 image 
Gambar 1.5.1 Tipe hawai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEif4TpjJFu9QnlwIkqUnQ7A-KNpPETj1AwZyncRR1XUPFYJ_rCF5RI_MVKwdYNZjvByOONT-fl883e_2ADIXOL2ChgCJYFQkwumIF98qPZ9_KGNkJ7LD7S9k4uyPiAT4hZCSAUPcXdG0JKW/s400/Mauna%20Loa.JPG
Gambar 1.5.2 Mauna loa
Erupsinya juga lemah, magman meleleh keluar karena magma cair dan tekanan gasnya rendah, namun erupsinya berlangsung lama. Contohnya adalah Mauna Loa, Mauna Kea dan Kilauea di Hawaii.
3.      Tipe Stromboli (Strombolian Type), erupsinya tidak terlalu eksplosif, magmanya agak cair, tekanan gas sedang dan dapur magma agak dalam. Selain mengeluarkan lava, juga bahan-bahan piroklastis sehingga membentuk kerucut campuran. Contohnya adalah G. Stromboli di sebelah utara pulau Sisilia dan G. Etna di pulau Sisilia.
4.      Tipe Vulkano (Volcanian Type),
asid1 
Gambar 1.6.1Tipe letusan G.vesuvius                             
              https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFwb0T_rewlu94x2Ix8XsdZKgHs-7hjVDTIlWscfgyMy8orX2g5zrv9DABfbmnlrYC2TAB1JCIVT0pqj7Ggjqhp_CUyOmxK2Y4iW9O46ZFz3NTC-bXVefAOmjjxp5tFUK53mZgqRIGO86P/s400/Letusan%20Gunung%20Vesuvius.JPG    
     Gambar 1.6.2 Letusan gunung Vesuvius

Erupsinya lebih eksplosif dengan magma yang agak cair, tekanan gas sedang dan dapur magma agak dalam. Tipe ini ditandai awan debu yang membumbung tinggi seperti kembang kol. Yang lebih kuat karena tekanan gasnya lebih tinggi dan dapur magmanya lebih dalam adalah Cerro Negro di Nicaragua. Letusannya tahun 1971 menghasilkan awan debu setinggi 6 km. Tipe yang lebih kuat dalam kelompok ini adalah Mt. Vesuvius di pantai Teluk Napel, Italia. Tekanan gasnya amat tinggi dan dapur magmanya amat dalam. Sering disebut Tipe Perret, sesuai dengan nama ahli Vulkanologi Amerika Serikat yang meneliti gunung tersebut. Letusannya yang terdahsyat terjadi tahun 79 menghancurkan kota Pompeii dengan awan dan gas panas, membinasakan 16.000 orang dan mengubur kota tersebut 4,5 – 7,5 meter, meskipun terletak 10 km dari lubang kepundan G. Vesuvius. Hujan yang jatuh di lereng gunung tersebut menghasilkan aliran lumpur melalui sungai-sungai sampai kota Herculanum yang sudah berada di luar daerah abu vulkanik dan masih mencapai tebal 19,5 meter.              image
Gambar 1.7 tipe perret

5.      Tipe Pele (Pelean Type), erupsinya sangat kuat karena magma sangat kental, tekanan gasnya tinggi dan dapur magma dalam. Tahun 1902 G. pele yang terletak di Kep. Martinique (L. Karibia) meletus menghasilkan awan pijar (nueeardente, bahasa perancis yang berarti glowing cloud) dengan temperature sekitar 700° C yang menuruni lereng dengan kecepatan 3 km/menit, sehingga dalam waktu 1 menit saja membinasakan 30.000 penduduk kota St. Pierre yang terletak di kaki gunung tersebut. Hanya satu orang yanh selamat karena dipenjarakan di kamar bawah tanah. Dia terkurung selama 4 hari sampai regu penolong mendengar suaranya meminta tolong. Termasuk dalam tipe ini adalah G. Krakatau yang letusannya tahun 1883 menghasilkan gelombang laut setinggi 30 meter, memuntahkan abu setinggi 80 km sehingga 3 hari lamanya gelap dan selama setahun hanya 80% radiasi matahari yang sampai di permukaan bumi. Letusannya terdengar di Australia yang berjarak 2.000 km.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPj57HnomhNVq-BGG9FTzIzFAve9pv8mMidZSQMNYxB_xjDEMfuwNjU7Rxavn9gf1N3pHz-HAs4fTl8YljWD0KWymkMoyelIMqWmnTIUYKMfdYoz8a0gUSx7EkDfVsPl3DjMJgJhjHAbIz/s400/Letusan%20Gunung%20Peele.JPG 
Gambar 1.8 Letusan gunung pelee